Nailaaa
Assalamualaikum Nailaaa, hari ini tanggal Jum'at 15 November 2024.
Tulisan ini diketik dengan fresh oleh
Muti'ah Az Zahra, dan semua tulisan ini akan saya tunjukkan ke Naila.
Halo Nailaa, pertama tama bingung ka dsini mau pake bahasa formal atau bahasa mulut saja tapi kayaknya milih ja yg nda terlalu formal sekali nahh jadi adaji juga kedengaran logat-logat Makassarnya tapi nda tau mi juga siapa tau kubilangnya ji bakal formal dikit tapi nanti relfek formal ka jadi maafkan mami ka nah
Naila adalah teman Saya pada masa SMP dan kami berdua bersekolah di SMP yang sama yaitu SMP IT Wahdah Islamiyah.
Saya bertemu dan kenal Naila pertama kali saat hari pertama sekolah pada masa SMP, Awalnya saat kelas 1 Saya mengira Naila sekedar anak baik biasa yang pendiam, pintar, kutu buku dan hal lainnya, persis seperti anak baik pada umumnya.
- Kelas 1
Pada saat semester 1 sudah selesai Saya masih mengira Naila hanya sekedar anak baik biasa, dan saat semester 2 saya mulai merasa Naila bukan sekedarr anak baik biasa, tetapi
LUAR BIASA saya berani janji Naila adalah salah satu anak remaja yang paling sehat dari segi mental dan pemikiran dalam hidup saya, walaupun saya bukan dokter psikologi tetapi saya mengakui Naila adalah anak yang sangat hebat dan sehat (masyaAllah).
saat saya mulai berinteraksi dan berbicara dengan Naila saya selalu merasa baik, dalam segi manapun itu saya selalu merasa nyaman saat berbicara dengan Naila, dan saat saya mulai sedikit lebih dekat lagi dengan Naila saya mulai mengerti Naila adalah orang/remaja langka yang jarang ditemukan (bagi saya).
Naila tidak cukup dijelaskan dengan ketikan ataupun kata kata, tetapi Naila adalah orang baik, baik, baik, sangat sangat sopan, sehat, lucuuuu, maniiis dan sangat sabar. setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulutnya adalah hal yang baik, dan saya sangat sangat sangat SANGAT SAAAANGAATTT jarang mendengar hal buruk darinya,
dan Naila juga adalah anak perantau dari Pinrang yang membuat saya kaget karena melihat anak SMP yang sudah merantau pada kelas 1.
Pada kelas 1 SMP semester 2 Naila mulai aktif pada kegiatan kegiatan disekolah seperti mengikuti lomba, aktif pada saat P5, dan mulai sedikit berbicara dengan teman
teman sekelas lainnya.
- Kelas 2
Pada saat kelas 2 SMP semester 1 Naila mulai banyak berbicara dengan teman yang lain dan mulai banyak gerak (massu ku bukan banyak bicara & gerak yang jelek na)
Saya sangat menyadari perubahan dari
Naila, dan Saya turut bahagia dan bersyukur pada Naila yang sudah mulai terbuka dengan kami.
Pada saat kelas 2 ini saya merasa Naila dan Saya mulai bercerita tentang banyak hal, dari segi pertemanan, lingkungan, organisasi, keluarga dan lain lain. Dan saya juga mendapat beberapa moment pada saat Naila kebingungan dengan bahasa Makassar Saya yang melihatnya hanya bisa tertawa lepas, Naila juga mulai bercerita tentang keadaannya saat kelas 1 yang tidak ingin berinteraksi dengan orang lain, setelah Saya pikir itu hal yang lucu karena pada akhirnya Naila malah menjadi orang penting di beberapa organisasi.
saat kelas 2 juga Saya sering melihat Naila menangis pada pojok ruangan di kelas, beberapa kali saya terpikir ingin bertanya "kenapa?", "ada apa?", "siapa?" tapi entahlah saya tidak berani bertanya karena takut Naila merasa Saya terlalu ikut campur pada masalahnya sendiri, jadi semua pertanyaan itu saya pendam demi kebaikan Naila dan Saya sendiri.
pada saat kelas 2 SMP semester 2 saya masih tetap dan selalu kagum pada Naila, Naila adalah orang yang lagi-lagi sangat sangat sangat baiiik dan masyaAllah, dan saya mulai terpikir betapa bahagianya menjadi Naila, betapa senangnya orang tua memiliki anak seperti Naila, saya sangat iri akan hal itu tapi saya sadar betapa berbedanya Saya dan Naila.
Naila adalah orang yang selalu membawa dan membaca Al-Qur'annya, Naila adalah orang yang tidak pernah melewatkan shalat, Naila adalah orang yang sering berpuasa sunnah, dan Naila adalah orang yang sering berdzikir.
Sedangkan Saya adalah orang yang jarang atau tidak pernah membawa Al-Qur'an dan hanya membacanya pada saat sekolah, Saya adalah orang yang shalatnya masih bolong, Saya adalah orang yang tidak pernah ataupun sangat sangat SANGAT SANGAAATTT jarang berpuasa sunnah bahkan utang ramadhan pun saya belum bayar, dan Saya adalah orang yang sangat jarang membaca dzikir.
tetapi dengan semua perbedaan itu Saya sadar dan mulai sedikit termotivasi oleh hal hebat yang dilakukan Naila, walaupun sayangnya saya mungkin tidak terlalu terpengaruh dengan hal baik Naila tapi Saya merasa dibuat sadar akan ketertinggalan Saya sendiri, dan Saya juga sadar ternyata Naila hanya anak remaja pada umumnya yang juga menonton drama cinta, menghafal lagu (secara tidak sengaja), dan badmood saat datang bulan, Saya yang dulu tidak membayangkan Naila yang menonton drama tapi ternyata inilah Naila, seperti anak remaja pada umumnya.
- Kelas 3
pada saat kelas 3 SMP semester 1 Saya dibuat kaget dan tertawa dengan Naila yang mulai ikut ikut menggunakan bahasa yang jarang dia gunakan, kami juga mulai berbicara tentang masa lalu karena berhubung ini adalah tahun terakhir kita bersama di masa SMP. Saya sangat bersyukur mempunyai teman seperti Naila, Saya juga sering bercerita dengan Abah dan Ummi betapa masyaAllah nya Naila teman saya ini, beberapa kali juga saya bilang pada mereka "Naila bahkan terlalu masyaaaAllahh sampe nda kayak anak remaja, bahkan repostan instagramnya selalu ceramah atau nasehat ky ibu ibu tarbiyah".
Saya sadar betapa terbantunya saya dan kami (B3) dengan adanya Naila di B3, karena Naila yang selalu memberikan contoh baik pada semuanya, dari awal sampai saat ini pun Saya masih kagum pada Naila dan Saya juga tau rasa iri ini tidak akan pernah hilang, karena tetap saja saya selalu ingin menjadi Naila tetapi pada saat ini saya juga sangat bersyukur dengan diri saya sendiri.
Pada saat ini saya juga baru
mengetahui tentang Naila yang mempunyai buku yang berisi tentang pikirannya, jadwal, hal penting dan lain lainnya, dan hal ini juga sudah dia lakukan dari kelas 1, halaman perhalaman kubuka dan mataku membaca sepintas melihat beberapa tulisan yang berisi keluhan tentang dirinya sendiri (Naila), tapi Saya dibuat kagum lagi karena tulisan tulisan itu seperti doa bagi Saya, karena didalamnya terdapat ucapan memohon pada Allah tentang keluhan dirinya yang membuat hati saya hangat dan tersentuh lagi dan lagi, dan saya teringat "ah.. inilah hal yang Naila tangisi dari dulu", tapi setelah melihat itu saya berpikir...
"betapa hebatnya teman Saya ini", bahkan dengan semua kehebatannya itu dia masih saja merasa kurang dan Naila juga mengeluh hal itu hanya pada Allah, keluhan yang hanya terjadi antar dirinya dan Allah. Dan saya juga yang melihat Naila mempunyai buku itu juga merasa "bagaimana kalau saya juga buat?",
"ihh pasti lucuu", Saya pun berbicara dgn Naila tentang Saya yang juga ingin membuat hal yang sama, saya juga minta beberapa saran, ada banyak hal yang Saya tanyakan dan Saya harap Naila tidak muak dengan semua pertanyaan Saya (maaf banget Naii).
Saya pun mulai membuatnya dengan buku hasil menang lomba 17-san saat kelas 3, Sesampainya dirumah saya langsung mencari saran saran untuk isi buku saya contohnya seperti.. hal kesukaan Saya,
aktor kesukaan Saya, pengalaman Saya, Hal yang Saya sukai dan tidak, liburan Saya, resep makanan kesukaan Saya, Kegelisahan saya, teman Saya, dan lain lain.
Saya sangat menikmati waktu yang Saya gunakan untuk menulisnya, bahkan Saya menambahkan beberapa warna dan gambar di bukunya dan itu terlihat sangat lucuuu, dan karena itu Saya sangat berterimakasih sama Nailaa.
Setelah buku saya mulai terisi beberapa topik Saya mulai memperlihatkannya pada Naila, Naila bilang itu terlihat lucu (MAKASIH BANYAK NAIII KUCINTAMU)
setelah itu Naila juga berbicara tentang buku Saya yang isinya kebanyakan tentang hal yang Saya sukai ataupun tentang hal bahagia, sedangkan dia (Naila) hanya menulis pada buku itu saat dia sedang sedih sehingga akhirrnya Naila juga mencoba menuliskan hal yang dia bahagiakan di bukunya, tapi menurut Saya itu bukanlah hal yang harus dibandingkan, karena tulisan juga adalah bentuk diri pribadi seseorang, apapun yang dia pikirkan, apapun yang dia hebohkan, apapun yang dia bahagiakan akan tumpah menjadi kalimat kalimat yang jujur dari hati dan pikiran seseorang.
(asik keceku beh😜☝)
Mungkin untuk saat ini, ini saja kesan kesanku sama Naila, pokoknya Naila itu orang yang MASYAALLAHHH YANG BTL BTL MASYAALLAHHHHHH btlan deh smpe nda cukup kalau cuma dijelaskan dengan
kata-kata, makasih banyaaakk Naila karena sudah mau jadi teman baik kuuu, makasih banyaaakk dengan semua teguranmu, makasih atas semuanya, karena Naila bisa ka paling tidak sedikittt menjadi pribadi yang lebih baik apalagi juga ini yang kelas 3 karena jadi lebih sering ka sholat Ashar berjamaah di kelas mungkin karena ustadzah Mawaddah juga (pls kusayangny ust Mawaddah), POKOKNYA MAKASIH BANYAK KA SAMA SEMUA HAL BAIKMU NAILAA, JGN KO LG PIKIR PIKIR KLO KURANG KO DEH KA KURANG APALAGI MKO NAIII??? MASYAALLAH BGT MKO PLS
Pokoknya ingat untuk selalu bersyukur, kalau butuh bantuan atau apa apa selalu ingat kalau banyak ji tmn mu, love u Naii.
- Makasih banyak Naila, semoga kita bestie till jannah yaa (Aamiin)💗💗
Comments
Post a Comment